2 Responses to “LOMBA BLOG PENDIDIKAN (Khusus yang punya account PLASA.COM)”

  1. Udin Says:

    Yth,
    Dewan Pendidikan Pemerintah
    Kabupaten Bekasi

    Perihal : Konspirasi Dunia Pendidikan PSB SMPN 19 Medan Satria dan PSB SDN 03 Desa Setia Asih, Kabupaten Bekasi. Tahun ajaran 2008/2009

    Berikut kami ingin melaporkan kecurangan yang terjadi di lingkungan dunia pendidikan di wilayah Bekasi Utara dalam proses penerimaan siswa di bangku SMP Negeri 19 Medan Satria.

    Sistem ujian atau tes PSB SMPN 19 di Bekasi, medan Satria, adalah bukti dari ketidak percayaan sekolah Penerima terhadap NEM dari hasil UAN yang diadakan sekolah SD di wilayah sekitarnya. Ada apa? Sudah jadi rahasia umum, semua sudah tahu jawabnya. SMPN 19 adalah satu-satunya SMP Negeri di Medan Satria, tidak heran jika peminatnya hingga menjelang tes ujian masuk mencapai angka hampir 2000 calon siswa. Dari jumlah fantastis itu yang di saring hanya 300 calon siswa, jadi untuk mendapatkan 1 kursi, 1 orang siswa harus bersaing dengan 2 calon siswa lain. Untuk mendapatkan siswa yang berkualitas dan mencoba berlaku adil, akhirnya SMPN 19 mengadakan Test masuk PSB. Dari hampir 2000 calon siswa yang akan tes, terbagi di beberapa sekolah, artinya SMPN 19 meminjam gedung / ruangan kepada 4 sekolah lain untuk menampung calon siswa yang akan di tes tertulis.

    Konspirasi Waktu Tes
    Alhasil tanggal 2 Juli 2008 kemarin, Putra kami yang bersekolah di salah satu SD Swasta terdekat bersama sebagian peserta tes PSB lainnya mendapat tempat di Gedung Sekolah TK, SD, SMP Budi Dharma yang lokasinya tepat di pintu masuk perumahan Permata (Pejuang). Lamanya waktu Tes tertulis ditentukan oleh pihak sekolah penyelenggara, dalam hal ini SMPN 19. Durasi tes antara pukul 8.00 pagi hingga pukul 11.00 WIB. Nampaknya ada konspirasi entah dari pihak Budi Dharma sendiri atau ada keterlibatan dengan pihak sekolah penyelenggara, supaya ada penekanan psikologis terhadap anak-anak peserta tes calon siswa SMPN 19. Dimana anak kami masih bergelut dengan 100 soal (untuk 5 mata pelajaran) yang harus diselesaikan dalam waktu 3 jam, harus diselesaikan dalam waktu 2,5 jam. Bukan masalah waktunya yang cukup lama atau kurang, tapi menjelang setengah jam terakhir peserta tes harus mengumpulkan semua lembaran soal dan jawaban, lalu peserta tes dibiarkan duduk tanpa pembubaran, menunggu hingga setengah jam lagi (pukul 11.00), padahal masih banyak siswa yang belum menyelesaikan jawabannya. Menurs kami alangkah lebih bijaknya jika waktu setengah jam tersebut digunakan untuk periksa ulang semua jawaban dan soal? Ironis memang, disaat anak-anak sibuk dengan soal yang belum selesai, pengawas yang Notebene dari Budi Dharma menyetop kegiatan mereka, lalu untuk apa waktu yang tersisa demikian lama bagi peserta tes? Bukan hanya kami yang menyaksikan kejadian ini, banyak Wali Murid dan dari beberapa calon Siswa sendiri yang menyampaikannya kepada kami. Ada apa ini?

    Tanda tanya BESAR
    Kami simpulkan bersama bahwa dengan penekanan pisikologis melalui waktu tes tersebut, menandakan supaya peserta test depresif, tergesa-gesa dan akhirnya tidak konsentrasi. Tujuan dari tindakan tidak bijak tersebut adalah : 1. Apakah Agar peserta tes yang menempati gedung Budi Dharma tersebut lebih banyak tidak berhasil dengan nilai yang tidak memuaskan, karena … 2. Apakah jika banyak siswa yang tidak dapat lolos seleksi, akan banyak calon siswa yang mendaftar di sekolah Budi Dharma tersebut? Atau ada alasan lain?

    Konspirasi Penjualan Bangku di SMPN 19
    Tahun ajaran lalu (2007/2008), siswa yang diterima di bangku SMPN 19 sebanyak 400 lebih (hampir ke angka 500 siswa) untuk menempati 10 ruang kelas, jadi 1 kelas terisi kurang lebih sekitar 50 siswa. Tahun ajaran ini (2008/2009) jumlah kelas yang disediakan pihak SMPN 19 berkurang satu, padahal pada kenyataannya kelas tetap ada, tidak berkurang, misalnya berkurang karena dijadikan musholah atau gudang. Kemana 50 kursi yang hilang? Dari pengakuan orang tua wali murid yang pernah dan akan mendaftarkan anaknya ke SMPN 19, membenarkan adanya penjualan bangku sekolah oleh pihak sekolah, nilai nominalnya hingga 3 jutaan, bahkan bisa lebih, kami selaku wali murid pernah ditawarkan main belakang seperti itu, ada salah seorang perwakilan konspirator yang juga tinggal di perumahan kami, begitu ajak seorang tetangga kami yang juga anaknya akan bersekolah di SMPN bersangkutan. Mau dikemanakan arah pendidikan di Kabupaten Bekasi?

    Mereka yang ikut bermain belakang adalah orang-orang yang takut menghadapi tes dan tidak yakin dengan kemampuan anaknya. Mereka adalah orang-orang yang curang, menghalalkan segala cara untuk kepentingan pribadi. Konspirasi antara pihak Penyelenggara PSB dan Walimurid, berarti mengambil hak orang lain yang harusnya bisa diterima di SMPN bersangkutan.

    Konspirasi penjualan soal Ujian
    Jauh sebelum penyelenggaraan PSB, tertanggal 24 Juli 2008, setelah usai penerimaan NEM, saat kami mengurus pemindahan RAYON ke sokolah di Jakarta untuk anak kami. Masih ada saja berlangsung permainan penjualan soal dan jawaban ujian di Kantor Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Bekasi belakang kolam renang Taman Harapan Baru. Ujian apalagi? Ya.. ujian tes masuk ke sekolah Negeri lah! Biarpun itu bukan transaksi penjualan soal secara langsung, kami bisa simpulkan dari pembicaraan mereka, kalau mereka mengatur strategi pengiriman jawaban via SMS ke handphone Walimurid yang membeli jawaban. “Bagaimana kami menerima jawabannya, Bu?” tanya seorang bapak kepada salah seorang petugas KDPN yang meja kerjanya menghadap selatan. “Tidak usah khawatir pak, nanti saya akan kirim ke ha-pe Bapak!” jawab petugas itu. Wah-wah…. beginikah wajah pendidikan Kabupaten Bekasi?

    Uang Gedung masuk SDN berganti nama
    Masih terngiang di telinga ucapan-ucapan dari Bapak Walikota Bekasi “Mochtar Muhamad” tentang kebijakan pendidikan di wilayahnya. Bagaimana tidak, setiap pagi menjelang sarapan dari radio DAKTA perkataan dan kecaman itu selalu terdengar jelas dan jelas,,, menemani sarapan pagi kami sebelum berangkat ke kantor. “…. SD Negeri, SMP Negeri, SMU Negeri dan SMK Negeri di Kabupaten Bekasi bebas dari segala pungutan uang gedung, apabila masih terjadi akan dikenakan sanksi dengan peraturan yang berlaku …” demikian sedikit petikan kebijakan pendidikan dari Bapak Mochtar Muhammad selaku Walikota Bekasi. Apa benar demikian adanya. Beberapa waktu lalu (12 Juni 2008 ) saat ramai-raimainya penerimaan calon siswa baru SDN 03 pagi Kampung Bogor Desa Setia Asih Bekasi Utara, jauh dari kebijakan itu. Setiap calon siswa kelas 1 diwajibkan membayar di tempat uang gedung yang berubah nama menjadi uang kursi sebesar Rp. 250.000,- . Uang kursi? Ada seorang Walimurid yang bergumam, “jika sekolahnya sudah lulu, kami boleh bawa pulang kursinya, dong!” Ada lagi yang menimpali “Saya bawa Kursi dari rumah aja deh!”. Banyak lagi umpatan-umpatan lainnya dari ibu-ibu sebagai Walimurid, sebagai prostes kebijakan sepihak yang sudah pasti bertentangan dengan kebijakan yang diambil pemerintah Kabupaten Bekasi. Jika tidak ada uang gedung atau uang kursi, mungkin namanya berubah lagi, bisa uang hordeng, uang pagar, uang penghijauan atau uang yang lainnya… seribu macam nama untuk melegalkan nama “uang gedung”.

    Menunggu janji dan ketegasan Pemda Bekasi
    Dari semua kejadian di atas, bukan kami ingin memojokkan pihak yang tidak kami sukai, tapi kami hanya ingin meminta ketegasan Pemda Bekasi yang menjanjikan tidak adanya berbagai pungutan serta mohon dicarikan jalan atau kebijakan lain untuk memangkas mafia dan para konspirator pendidikan di sekolah Kabupaten Bekasi. Kita bisa mencontoh PSB-DKI ONLINE, yang sistem PSB-nya memangkas birokrasi dengan cara online via internet dan SMS, bukan karena mau ikut-ikutan lifestyle modern, tapi memanfaatkan teknologi informasi yang sekarang sudah tidak lagi asing adalah kebijakan yang cukup tepat. Demi kemajuan Kabupaten Bekasi mohon pemerintah daerah bisa menindaklanjuti carut-marut ini, jangan sampai budaya yang merugikan banyak pihak ini menjadi persoalan yang tidak kunjung usai dan mendarah daging hingga generasi kita yang akan datang.

    Terima kasih – dari pemerhati dan pengamat pendidikan di Kab. Bekasi.

  2. ardan sirojudin Says:

    blog anda bagus,silahkan kunjungi blog ardansirodjuddin.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: