JATENG MENJADI PROVINSI VOKASI

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, Jawa Tengah adalah provinsi terbaik kedua bidang vokasi setelah DKI Jakarta. Untuk mendukung komitmen Provinsi Jawa Tengah menjadi Provinsi Vokasi, Mendiknas pada Sabtu (12/04/2008) dalam Rapat Konsultasi dan Koordinasi Pembangunan Bidang Pendidikan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Lorin, Solo, Provinsi Jawa Tengah melakukan penandatangan kesepakatan bersama dengan perwakilan pemerintah daerah setempat.

Secara simbolis, penandatanganan kesepakatan bersama dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) dilakukan antara Mendiknas dengan Gubernur Jawa Tengah dan para bupati antara lain Bupati Jepara, Walikota Pekalongan, Bupati Semarang, Walikota Salatiga, dan Walikota Surakarta.

Gubernur Jawa Tengah Ali Mufiz menyampaikan, obsesi Jawa Tengah menuju provinsi vokasi adalah untuk memecahkan masalah pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan mutu pendidikan. “Tidak cukup hanya memahami saja, tetapi dengan agreement kita melakukan komitmen,” katanya.

Ali menyampaikan, rasio jumlah pendidikan SMK dibandingkan SMA adalah 53:47, sedangkan perbandingan siswa SMK dibandingkan SMA adalah 420.192 berbanding 371.326 orang. “Kondisi tersebut mendudukkan Jawa Tengah sebagai urutan kedua setelah DKI Jakarta,” katanya.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, jumlah SMK Berstandar Internasional dari 179 sekolah secara nasional di Jawa Tengah ditetapkan sebanyak 35 SMK atau 19,6 persen. Sementara jumlah SMK di Provinsi Jawa Tengah yang telah memiliki sertifikat sistem manajemen mutu (SMM) ISO 9001:2000 sebanyak 61 SMK dari total 221 di seluruh Indonesia.

Kemudian, SMK yang telah dikembangkan menjadi SMK unggulan dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang lengkap untuk menjadi tempat uji kompetensi sebanyak 38 SMK. Selanjutnya, secara umum gedung SMK jumlah ruang kelas secara keseluruhan adalah 21.678 dan sebanyak 19.171 ruang kelas atau 90,74 persen dalam kondisi baik. “Sangat memadai untuk mengadakan pembelajaran, ” kata Ali.

Sementara, kata Ali, kompetensi akademik guru SMK cukup menggembirakan dari sebanyak 25.948 guru SMK yang telah menempuh pendidikan S1 dan S2 sebanyak 21.037 atau 81,07 persen, sedangkan yang belum S1 hanya 4.911 guru atau tinggal 18,93 persen. ***

sumber : Pers Depdiknas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: