Terbunuhnya Karakter

Dalam hati ku ingin berontak tapi mulut seakan terkunci

Aku terbunuh dalam kesendirianku tanpa ada yang membantu

Mulut-mulut ular yang berbisa dan taring harimau yang tajam

Telah meracuni jiwaku, telah mengoyak tubuhku

Mereka seakan tidak peduli betapa sakitnya diriku,

Jiwaku semakin merana tanpa ada pembelaan

Saat itu jadi pembicaraan diantara mereka

Betapa enak Tubuh dan Jiwaku ini

Betapa bodohnya aku yang tetap tidak bisa teriak

Aku …….

Bukanlah seorang yang seperti mereka bilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: