Sertifikasi Guru

Apakah sertifikasi guru yang sekarang sering diperbincangkan sama banyak guru itu sudah mencapai sasaran? Apakah benar akan menjadikan seorang guru yang profesional?

Banyak pertanyaan yang berada dalam benak saya tentang sertifikasi guru ini, sertifikasi yang tujuannya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional hanyalah isapan belaka. Bagaimana tidak, untuk mendapat sertifikat guru yang profesional harus rela meninggalkan pelajaran dan muridnya (mungkin tidak hanya saat sertifikasi aja lho….). Harus berlarian kesana kemari untuk mengumpulkan ijazah sekolah, sertifikat pelatihan, dan hal-hal lain (mungkin buat sertifikat sendiri biar dapat point lebih…. he… he…) tanpa peduli yang namanya pendidikan itu sendiri, apa memang sertifikasi lebih bertujuan untuk mengejar uang lebih untuk memenuhi kebutuhan???

Apakah itu yang dinamakan profesional…. Kalau profesional hanya sekedar sertifikat tanpa adanya bukti nyata (memberi sumbangan prestasi) dalam dunia pendidikan dan anak didiknya hanya akan memberi beban pemerintah yang harus membayar lebih untuk seorang yang tidak lebih dari guru biasa…(bukan guru profesional :red).

Para guru profesional, marilah kita berkaca siapa diri kita……mari kita berikan hasil yang lebih nyata dalam dunia pendidikan.

4 Responses to “Sertifikasi Guru”

  1. budigoes Says:

    sertifikasi bukan sebagai tolak ukur seorang guru yang profesional. guru profesional adalah guru yang mengerti akan anak didiknya.yang bisa memberikan transfer ilmu kepada anak didiknya dengan baik.bukan guru yang lulus sertifikasi.Sertifikasi yang dilakukan sekarang belum jelas arah yang akan dituju.apa hanya digunakan untuk menaikan nilai mutu dr seorang pengajar atau hanya sebagai ladang untuk para pejabat di dinas pendidikan untuk mendapatkan tambahan income krn sertifikat juga bisa diperjualbelikan.krn kurang jelasnya tujuannya

  2. aombandung Says:

    Mengajar adalah perpaduan antara ilmu dan seni (science and art). Seni mengajar hanya bisa diperoleh dari pengalaman mengajar di sekolah,…bukan dari seminar dan pelatihan apalgi hanya dalam jangka waktu 6 jam. Jadi, naif sekali kalau profesionalisme guru hanya disandarkan pada sertifikat seminar dan pelatihan…! Kaji ulang deh indikator kelulusannya…….

  3. rizqi Says:

    Sertifikasi guru memang perlu, agar guru sebagai ujung tombak kecerdasan bangsa benar2 mempunyai kemampuan masksimal sebagai guru yang benar-benar guru. Cara penilaiannya saja yang mungkin perlu dibenahi, seharusnya portofolio tdk mutlak sebagai sarana penilaian guru profesional. Perlu ada parameter lain yang benar-benar bisa untuk mengukur keprofesionalan guru. Kemudian pengajuan guru yang disertifikasi juga sebaiknya dari bawah, yaitu diusulkan oleh kepala sekolah beserta pengawas, sehingga yang diajukan sertifikasi benar-benar guru yang kinerjanya baik. Bagi guru yang kinerjanya belum baik harus benar2 merubah diri untuk baik dan baru di usulkan sertifikasi. Kenyataan di lapangan banyak guru yang dinyatakan lulus sertfikasi tapi mengajarnya malah jauh dari profesional …….., Indonesia Indonesia kapan majunya ya?

  4. aryatmono Says:

    saat ini saya merasa ikut bahagia karena banyak teman-tean sudah merasakan betapa pemerintah sudah memperthatikan dengan keluarnya hasil serifikasi dengan nominal kurang lebih 5.000.000 rupiah. opo ora seneng menawa awak-awak iki yo cepet-cepet enggal entuk hasil sing kaya temenku aku itu lho. pokoe bahasaku bahasa ungkapan hati sing melu-melu seneng.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: